PUSTIKOM UNJ

POS LAYANAN

Backup dan Restore Laman, Data, Konfigurasi Server, dan Infrastruktur TIK - Insidential

Kantor Wakil Rektor/Direktorat/Badan/Lembaga/Satuan Kerja/Kantor Pusat dan Fakultas di lingkungan Universitas Negeri Jakarta yang terdampak atau berpotensi terdampak oleh insiden layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). 

POS ini disusun dengan tujuan untuk: 

  1. Menjamin tersedianya mekanisme backup dan restore yang cepat dan terkoordinasi dalam kondisi insidental atau darurat. 
  2. Memulihkan layanan laman, data, konfigurasi server, dan infrastruktur TIK akibat insiden secara efektif dan terukur. 
  3. Meminimalkan dampak gangguan layanan TIK terhadap kegiatan akademik dan administrasi. 
  4. Mengurangi risiko kehilangan data dan kerusakan sistem akibat insiden, kegagalan sistem, kesalahan manusia, serangan siber, atau bencana. 
  5. Menjadi pedoman pelaksanaan pemulihan layanan TIK di luar jadwal backup rutin

POS ini mencakup seluruh proses backup dan restore yang dilakukan secara insidental di bawah koordinasi Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PUSTIKOM) UNJ, meliputi: 

  1. Laman resmi universitas dan subdomain yang terdampak insiden, 
  2. Basis data sistem informasi yang mengalami gangguan atau kehilangan data, 
  3. Konfigurasi server akibat kerusakan, kegagalan sistem, atau rekonfigurasi darurat, 
  4. Konfigurasi infrastruktur jaringan dan perangkat pendukung TIK lainnya akibat insiden. 

Pelaksanaan POS AP ini dilakukan berdasarkan kejadian tertentu dan tidak terikat pada jadwal rutin. 

  1. Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
  2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
  3. Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE).
  4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.
  6. Peraturan Rektor UNJ Nomor 5 Tahun 2025, tenatang Organisasi dan Tata Kerja UNJ.

Dokumen yang menjadi acuan dan pendukung dalam pelaksanaan POS ini meliputi: 

  1. Dokumen Arsitektur Infrastruktur TIK 
  2. Log Backup dan Restore Insidental 
  3. Laporan Insiden Sistem dan Pemulihan Data 
  4. Standar Layanan dan Keamanan TIK 
  5. POS Penanganan Insiden TIK 
  1. Backup Insidental adalah proses pencadangan data atau konfigurasi yang dilakukan akibat kejadian tertentu di luar jadwal rutin
  2. Restore Insidental adalah proses pemulihan data atau sistem sebagai respons terhadap insiden atau gangguan layanan. 
  3. Insiden TIK adalah kejadian yang mengakibatkan gangguan, penurunan kualitas, atau terhentinya layanan TIK. 
  4. LamanDataKonfigurasi Server, dan Konfigurasi Infrastruktur memiliki pengertian yang sama dengan yang tercantum pada SOP-IF-01. 

A. BACKUP LAMAN (INSIDENTAL) 

  1. Penanggung jawab layanan melakukan identifikasi insiden yang berdampak pada laman. 
  2. Penanggung jawab menentukan kebutuhan backup darurat terhadap perangkat lunak laman, tema, plugin, konfigurasi, dan berkas unggahan.
  3. Proses backup dilakukan segera ke media penyimpanan yang tersedia dan aman. 
  4. Media backup diberi label khusus insidental yang memuat informasi waktu, jenis insiden, dan target backup. 
  5. Media backup disimpan pada lokasi aman sesuai kebijakan PUSTIKOM. 
  6. Seluruh proses backup dicatat dan dilaporkan sebagai bagian dari laporan insiden. 

B. BACKUP DATA (INSIDENTAL) 

  1. Penanggung jawab sistem melakukan identifikasi data yang terdampak insiden. 
  2. Backup dilakukan terhadap basis data tertentu, basis data keseluruhan, atau berkas pendukung sesuai kondisi insiden. 
  3. Proses backup dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah kehilangan data lanjutan. 
  4. Media backup diberi label insidental dan disimpan secara aman. 
  5. Proses backup didokumentasikan dalam log backup dan laporan insiden. 

C. BACKUP KONFIGURASI SERVER (INSIDENTAL) 

  1. System Administrator mengidentifikasi kerusakan atau perubahan konfigurasi server akibat insiden.
  2. Backup konfigurasi firmwaresoftware, dan interkoneksi server dilakukan sebelum atau sesudah tindakan pemulihan darurat. 
  3. Media backup diberi label sesuai jenis insiden dan waktu pelaksanaan. 
  4. Hasil backup disimpan secara aman dan terdokumentasi. 
  5. System Administrator menyusun laporan backup konfigurasi server insidental. 

D. BACKUP KONFIGURASI INFRASTRUKTUR TIK (INSIDENTAL) 

  1. Network Engineer mengidentifikasi dampak insiden terhadap infrastruktur jaringan. 
  2. Backup dilakukan terhadap topologi dan konfigurasi infrastruktur serat optik, switch distribusi, dan access point yang terdampak.
  3. Backup dilakukan sebelum atau setelah rekonfigurasi darurat. 
  4. Media backup diberi label insidental dan disimpan sesuai standar keamanan. 
  5. Proses backup dicatat dan dilaporkan sebagai bagian dari penanganan insiden. 

 E. RESTORE (INSIDENTAL) 

  1. Restore dilakukan berdasarkan hasil analisis insiden dan kebutuhan pemulihan layanan. 
  2. Proses restore menggunakan data backup terakhir yang valid. 
  3. Penanggung jawab memastikan integritas dan fungsi layanan setelah restore. 
  4. Hasil restore diuji dan diverifikasi sebelum layanan dinyatakan normal. 
  5. Seluruh proses restore didokumentasikan dalam laporan pemulihan. 

Pelaksanaan POS ini dinyatakan berhasil apabila: 

  1. Proses backup dan restore insidental dilakukan secara cepat dan tepat. 
  2. Data dan konfigurasi berhasil dipulihkan tanpa kehilangan data kritis. 
  3. Layanan TIK kembali beroperasi sesuai standar yang ditetapkan. 
  4. Tersedia laporan insiden, backup, dan restore yang lengkap dan dapat diaudit.
  5. Dampak insiden terhadap layanan TIK dapat diminimalkan.