PUSTIKOM UNJ

UNJ Membangun Budaya Sadar Risiko Melalui Implementasi Sistem Informasi Manajemen Risiko

Jakarta, 3 September 2026 –Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan kegiatan Implementasi Aplikasi Manajemen Risiko di Lingkungan UNJ bertempat di Ruang Rapat Gedung M. Syafei Lantai 6, Kampus UNJ Rawamangun. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah konkret universitas dalam memperkuat tata kelola yang baik (Good University Governance), akuntabilitas, serta mitigasi risiko kelembagaan secara terpadu berbasis digital. 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari uji coba aplikasi sistem manajemen risiko yang telah sukses dilaksanakan pada akhir tahun 2025 lalu. Pada tahap implementasi ini, SPI mengundang dan membekali operator pengelola dari seluruh unit kerja di lingkungan UNJ—mulai dari perwakilan fakultas, lembaga, direktorat, hingga badan dan kantor layanan teknis. 

Dalam agenda ini, tim teknis Pustikom selaku pengembang Sistem Informasi Manajemen Risiko bersama tim SPI mendampingi langsung para operator dari 38 unit kerja strategis UNJ—mulai dari tingkat fakultas hingga unit pelaksana teknis—dalam melakukan simulasi pengoperasian sistem, pemetaan data risiko, hingga prosedur mitigasi pada unit kerja masing-masing.

Ketua Satuan Pengawas Internal UNJ, Adam Zakaria, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CFrA., QIA., CRP, menyampaikan bahwa implementasi aplikasi ini memegang peranan krusial bagi seluruh unit kerja di UNJ. Melalui platform digital ini, setiap perwakilan unit kerja bertindak sebagai operator yang bertanggung jawab langsung dalam penyusunan risk register, proses identifikasi risiko, serta penetapan langkah-langkah mitigasi yang tepat dan terukur bagi unit masing-masing. 

“Penerapan aplikasi manajemen risiko ini menjadi instrumen penting agar setiap potensi kendala di tingkat fakultas maupun direktorat dapat teridentifikasi sejak dini, terdata secara sistematis, dan termitigasi secara cepat dan akurat,” ujar Ketua SPI UNJ.

Pelatihan teknis ini diikuti secara intensif oleh operator dari seluruh elemen institusi, meliputi 8 fakultas, Sekolah Pascasarjana, dan kantor, serta berbagai direktorat strategis di bawah UNJ. Peserta dibimbing langsung dalam simulasi penginputan data risiko, penilaian tingkat dampak dan probabilitas, hingga penetapan rencana aksi pencegahan melalui sistem SIMRISK UNJ. 

Dengan terselenggaranya kegiatan implementasi ini, Universitas Negeri Jakarta optimis budaya sadar risiko (risk-aware culture) semakin melekat di seluruh lini operasional kampus, sehingga mutu layanan akademik, riset, maupun pengelolaan manajerial dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan menuju kampus yang unggul dan bereputasi.