Jakarta 15 Juni 2026 – Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-62 Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PUSTIKOM) UNJ meluncurkan inovasi hijau bertajuk “SMARTROOF-HYDRO”. Inovasi ini merupakan sebuah sistem akuaponik dan hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) yang memanfaatkan area rooftop Gedung PUSTIKOM sebagai ruang hijau yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan.
Proyek ini dikembangkan secara mandiri oleh Tim PUSTIKOM UNJ melalui kolaborasi lintas tim, mulai dari perancangan sistem, pengembangan perangkat IoT, pembangunan instalasi, hingga implementasi dan monitoring berbasis web. Kehadiran SMARTROOF-HYDRO dirancang sebagai solusi cerdas untuk mengoptimalkan lahan atap gedung yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal.
Sistem ini mengintegrasikan budidaya tanaman hidroponik dan kolam ikan dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Untuk tanaman, Tim PUSTIKOM memilih sayuran Pakcoy dengan metode Nutrient Film Technique (NFT), yang dikenal sangat efisien dalam penggunaan air dan nutrisi.
Secara teknis, sistem bekerja dengan mengalirkan air dari kolam ikan menuju instalasi hidroponik menggunakan pompa air. Air yang kaya akan nutrisi organik dari kolam tersebut kemudian diserap oleh tanaman pakcoy untuk proses pertumbuhan. Setelah melewati instalasi hidroponik, air akan dialirkan kembali ke kolam ikan. Siklus yang berputar terus-menerus ini membuat penggunaan sumber daya menjadi jauh lebih hemat dan berkelanjutan.
Keunggulan utama dari SMARTROOF-HYDRO terletak pada penerapan teknologi IoT-nya. Seluruh kondisi ekosistem dipantau secara otomatis melalui berbagai sensor yang terhubung ke Box IoT, yang bertindak sebagai pusat kendali atau “otak” dari seluruh perangkat.
“Di dalam box ini, terdapat komponen penting seperti microcontroller, power supply, modul relay, sensor suhu, serta modul pengukur nutrisi (TDS) untuk mengirim sinyal ke website smartroof hydro yang kami kembangkan” ucap Irfansyah Ketua Tim Pustikom .
Untuk memastikan kualitas air dan nutrisi terjaga, sistem ini dilengkapi dengan sensor tingkat tinggi, mulai dari sensor level air kolam dan bak nutrisi, sensor suhu air, sensor pH, hingga sensor TDS. Selain itu, terdapat pompa air dan solenoid valve yang bekerja otomatis mengatur sirkulasi air serta distribusi nutrisi sesuai kebutuhan tanaman dan ikan.
Semua data dari sensor tersebut dikirimkan secara real-time ke sebuah dashboard berbasis web. Melalui dashboard ini, pengguna dapat memantau suhu air, ketinggian air, nilai pH, serta kadar nutrisi kapan saja dan dari mana saja tanpa harus datang langsung ke lokasi.
Proses panjang implementasi proyek ini dimulai dari perencanaan desain sistem, penyusunan kebutuhan perangkat, pembuatan instalasi fisik, perakitan Box IoT, pemasangan sensor, hingga pengembangan dashboard monitoring. Tahap akhir ditutup dengan proses pengujian sistem dan penanaman perdana pakcoy. Seluruh tahapan dilakukan secara presisi untuk memastikan sistem beroperasi sesuai rancangan.
“Jadikan lomba ini sebagai trigger, lanjutkan teknologi ini secara berkelanjutan di lingkungan kampus” ungkap Drs. Andreas Handjoko Permana, M.S Tim Juri Lomba Urban Farming.
Melalui SMARTROOF-HYDRO, PUSTIKOM UNJ berhasil membuktikan bahwa teknologi digital dapat dikawinkan dengan isu lingkungan untuk menciptakan area urban farming yang efisien. Selain menghasilkan lingkungan kampus yang lebih asri, proyek ini juga menjadi sarana edukasi yang nyata bagi seluruh sivitas akademika UNJ dalam mempelajari penerapan teknologi pertanian dan perikanan modern.