PUSTIKOM UNJ

Pengajuan Subdomain, Hosting, dan Virtual Private Server (VPS)

SOP

Kantor Wakil Rektor/Direktorat/Badan/Lembaga/Satuan Kerja/Kantor Pusat dan Fakultas di lingkungan Universitas Negeri Jakarta. 

POS AP ini disusun dengan tujuan untuk: 

  1. Menyediakan pedoman resmi dalam proses pengajuan, persetujuan, dan pengelolaan layanan subdomainhosting, dan Virtual Private Server (VPS) di lingkungan Universitas Negeri Jakarta. 
  2. Menjamin keteraturan, keamanan, dan kesesuaian penggunaan subdomainhosting, dan VPS dengan kebutuhan institusi. 
  3. Mendukung penyelenggaraan layanan sistem informasi dan laman resmi Universitas Negeri Jakarta secara terstandar dan terkelola. 
  4. Menjamin aspek keamanan informasi, ketersediaan layanan, dan keandalan sistem dalam penggunaan subdomainhosting, dan VPS. 
  5. Menjadi dasar pengendalian dan monitoring penggunaan layanan subdomainhosting, dan VPS. 
  6. Menyediakan dokumentasi pengajuan dan pengelolaan layanan sebagai bahan evaluasi dan peningkatan tata kelola TIK. 

POS AP ini mencakup pengaturan dan pelaksanaan proses pengajuan, persetujuan, penyediaan, pengelolaan, serta evaluasi layanan subdomainhosting, dan Virtual Private Server (VPS) di lingkungan Universitas Negeri Jakarta, meliputi: 

  1. Proses pengajuan layanan subdomainhosting, dan VPS oleh unit kerja, fakultas, dan civitas akademika yang berwenang. 
  2. Penetapan persyaratan administrasi dan teknis dalam pengajuan subdomainhosting, dan VPS. 
  3. Mekanisme verifikasi, persetujuan, dan penolakan pengajuan layanan subdomainhosting, dan VPS. 
  4. Penyediaan dan konfigurasi subdomainhosting, dan VPS sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan TIK Universitas Negeri Jakarta. 
  5. Pengelolaan dan pemantauan penggunaan subdomainhosting, dan VPS agar sesuai dengan tujuan dan ketentuan yang berlaku. 
  6. Pengaturan aspek keamanan, ketersediaan, dan keandalan layanan subdomainhosting, dan VPS. 
  7. Dokumentasi, evaluasi, serta pelaporan penggunaan layanan subdomainhosting, dan VPS sebagai bahan pengambilan keputusan dan peningkatan tata kelola TIK. 
  1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2024 tentang Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Universitas Negeri Jakarta. 
  2. Peraturan Rektor Universitas Negeri Jakarta Nomor 5 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Jakarta. 
  3. Master Plan Pengembangan Sistem Informasi Universitas Negeri Jakarta. 
  4. Kebijakan Keamanan Informasi Universitas Negeri Jakarta. 

Dokumen yang menjadi acuan dan pendukung dalam pelaksanaan POS AP ini meliputi: 

  1. Kebijakan Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Negeri Jakarta Mengatur pengelolaan dan pemanfaatan layanan TIK, termasuk subdomainhosting, dan VPS. 
  2. Kebijakan Keamanan Informasi Universitas Negeri Jakarta Sebagai dasar pengamanan sistem, data, dan layanan yang diselenggarakan pada subdomainhosting, dan VPS. 
  3. POS AP Pengelolaan SubdomainHosting, dan Virtual Private Server (VPS) Mengatur aspek teknis penyediaan, konfigurasi, dan pengelolaan layanan. 
  4. Formulir Pengajuan SubdomainHosting, dan VPS (FRM-AP-IF-05) Digunakan sebagai media resmi pengajuan layanan oleh pemohon. 
  5. Standar Layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (SLA TIK) Menjadi acuan tingkat layanan, ketersediaan, dan dukungan teknis. 
  6. Log dan Dokumentasi Konfigurasi Sistem Digunakan untuk pencatatan dan pengendalian perubahan layanan subdomainhosting, dan VPS. 
  7. Laporan Penyediaan dan Penggunaan SubdomainHosting, dan VPS Menjadi bahan evaluasi, monitoring, dan pengambilan keputusan. 
  1. Subdomain adalah bagian dari sebuah domain yang terletak di depan nama domain utama dan dipisahkan dengan tanda titik. Subdomain dapat digunakan untuk mengelompokkan dan mengorganisir konten atau layanan tertentu di bawah sebuah domain utama. Sebagai contoh, jika “unj.ac.id” adalah nama domain utama, maka “blog.unj.ac.id” adalah subdomain yang mungkin digunakan untuk mengelompokkan konten atau layanan blog di bawah domain utama. 
  2. Hosting adalah layanan penyediaan ruang server dan sumber daya lainnya yang diperlukan untuk meng-host (menyimpan) situs web atau aplikasi web sehingga dapat diakses melalui internet. Hosting dapat disediakan oleh penyedia layanan hosting yang menyediakan server yang terhubung ke internet dan dioperasikan secara terpusat. 
  3. Virtual Private Server (VPS) adalah jenis hosting yang menggunakan teknologi virtualisasi untuk membagi satu server fisik menjadi beberapa server virtual yang terisolasi. Setiap server virtual memiliki sumber daya (seperti CPU, memori, dan ruang disk) yang terpisah dan terbatas, sehingga memberikan pengguna kontrol penuh atas server virtual tersebut seperti pada dedicated server. VPS sering digunakan untuk meng-host situs web, aplikasi web, dan layanan cloud yang memerlukan sumber daya yang lebih banyak dan lebih kuat daripada shared hosting, namun dengan biaya yang lebih terjangkau daripada dedicated hosting. VPS juga memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam hal konfigurasi dan pengelolaan server, sehingga menjadi pilihan yang populer bagi pengguna yang memerlukan kontrol lebih besar atas lingkungan hosting mereka. 
  1. Pimpinan Unit kerja mengajukan permohonan fasilitas subdomainhosting dan virtual private server (VPS) dengan mengisi form yang telah disediakan dan disampaikan kepada Kepala Pusat Teknologi Infromasi dan Komunikasi (Pustikom) melalui website dan dikirim melalui FRM-IF-005 PENGAJUAN SUBDOMAIN, HOSTING, DAN VIRTUAL PRIVATE SERVER dan dikirim melalui FORM PERMOHONAN LAYANAN TIK PUSTIKOM UNJ – Fill out form pada link yang sudah kami sediakan. 
  2. Kepala Pusat Teknologi Infromasi dan Komunikasi (Pustikom) akan memeriksa permohonan tersebut dan jika disetujui maka akan diteruskan kepada Kepala Divisi Pelayanan dan Pangkalan Data untuk ditindaklanjuti oleh Kepala Divisi Infrastruktur dan Keamanan Jariangan serta Koordinator Infrastruktur Jaringan dan menunjuk staf sebagai PIC. 
  3. Kepala Divisi Infrastruktur dan Keamanan Jaringan berkoordinasi dengan Koordinator Infrastruktur Jaringan terkait dengan permohonan fasilitas subdomain, hosting, dan virtual private server (VPS). 
  4. Koordinator Infrastruktur Jaringan menganalisis permohonan fasilitas subdomain, hosting, dan virtual private server (VPS) dan membuat tim infrastruktur. 
  5. Kepala Seksi Layanan Administrasi membuat surat tugas internal terkait dengan permohonan fasilitas subdomain, hosting, dan virtual private server (VPS). 
  6. Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustikom) melakukan persetujuan surat tugas tim infrastruktur terkait dengan fasilitas subdomain, hosting, dan virtual private server (VPS). 
  7. Kepala Divisi Infrastruktur dan Keamanan Jaringan menerima surat tugas tim infrastruktur yang sudah disetujui dan menindaklanjuti kepada Koordinator Infrastruktur Jaringan. 
  8. Koordinator Infrastruktur Jaringan melakukan analisis kebutuhan fasilitas subdomain, hosting, dan virtual private server (VPS) dengan Tim Infrastruktur Jaringan. 
  9. Tim Infrastruktur Jaringan yang ditunjuk melakukan identifikasi kebutuhan, dan memberikan pengetahuan mengenai spesifikasi teknis, prosedur penggunaan fasilitas subdomainhosting dan virtual private server (VPS) yang dibutuhkan oleh Unit Kerja terkait. 
  10. Tim Infrastruktur Jaringan yang ditunjuk melakukan pengawasan dan evaluasi penggunaan fasilitas subdomainhosting dan virtual private server (VPS) yang dimaksud jika dibutuhkan. 
  11. Tim Infrastruktur Jaringan yang ditunjuk melaporkan perkembangan pekerjaan mengenai permohonan hak akses melalui platform project management. 
  12. Koordinator Infrastruktur Jaringan, Kepala Divisi Infrastruktur dan Keamanan Jaringan, serta Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustikom) melakukan pengecekan dan verifikasi terkait progres permohonan fasilitas subdomain, hosting, dan virtual private server (VPS) melalui platform project management. 
  13. Kepala Divisi Layanan dan Pangkalan Data dan Tim melakukan arsip dokumentasi terkait dengan permohonan fasilitas subdomain, hosting, dan virtual private server (VPS). 
  14. Kepala Pusat Teknologi Infromasi dan Komunikasi (Pustikom) akan memberitahukan hasilnya kepada unit kerja pemohon. 

Pelaksanaan POS AP ini dinyatakan berhasil apabila memenuhi indikator sebagai berikut: 

  1. Setiap pengajuan subdomainhosting, dan VPS diajukan melalui mekanisme dan formulir resmi yang telah ditetapkan. 
  2. Pengajuan layanan diterima, diverifikasi, dan diproses sesuai alur dan waktu layanan yang berlaku. 
  3. Informasi dalam pengajuan lengkap, jelas, dan sesuai dengan kebutuhan layanan yang diminta. 
  4. Layanan subdomainhosting, dan VPS yang disetujui tersedia dan dapat digunakan sesuai spesifikasi yang ditetapkan. 
  5. Konfigurasi layanan subdomainhosting, dan VPS memenuhi standar keamanan dan kebijakan TIK Universitas Negeri Jakarta. 
  6. Tidak terjadi penyalahgunaan layanan subdomainhosting, dan VPS akibat ketidaksesuaian proses pengajuan. 
  7. Seluruh proses pengajuan dan penyediaan layanan terdokumentasi dan dapat ditelusuri. 
  8. Tersedia laporan penggunaan layanan subdomainhosting, dan VPS sebagai bahan monitoring dan evaluasi. 
  9. Tingkat kepuasan pemohon terhadap layanan pengajuan sesuai dengan standar layanan yang ditetapkan.